Sabtu, 4 September 2010

ANTARA ILMU "ARAFAH" DAN "MASY'ARULHARAM"


Bismillaahirrahmaanirrahiim



ILMU "MASY'ARULHARAM" DAPAT DIDETEKSI DALAM SURAH JUM'AT AYAT 2 (.....WAYU'ALLIMU HUMUL KITABA WAL HIKMAH)
hsndwsp
di
Ujung Dunia

SIAPAPUN YANG MEMILIKI ILMU HIKMAH SAMA DENGAN MEMILIKI
ILMU YANG LUARBIASA DISISI ALLAH. YAHUDI DAN NASRANI TERKENAL DENGAN ILMU SOFIA SEMENTARA HINDU DAN BUDHA TERKENAL DENGAN NIRWANANYA
AKAN TETAPI YANG SEBENAR-BENARNYA SOFIA DAN NIRWANA ADALAH HIKMAHNYA ISLAM
(hsndwsp)

Ilmu yang diturunkan Allah kepermukaan planet Bumi ini ada 2 klasifikasi, klaswifi kasi Arafah (baca saint dn tehknology) dan klasifikasi Masy'arulharam (baca Kitab dan Hikmah). Berkenaan ilmu 'Arafah Nabi suci mengatakan: "Tuntutlah ilmu walau kenegeri Cina, sesungguhnya menuntut itu fardhu atas pribadi Muslim". Realitanya di antara negara-negara yang penduduknya mengaku beragama Islam justeru Republik Islam Iranlah yang mampu me raih ilmu yang diturunkan di Padang 'Arafah ini secara sempurna dan menakjubkan bagi siapapun yang mampu berafala ta'qilun dan afala yatazakkarun. Sayangnya kebanyakan penguasa yang hipokrit justeru berseberangan politiknya dengan Republik Islam yang dicetuskan oleh "Imam" Khomaini, Bintang Revolusi Islam yang brillian itu.

Ketika AS mendapat himbauan dari Ahmadinejad (baca http://acheh karbala blog spot.com/2010/05/teks-lengkap-pidato-presiden-riidr.html), AS melalui pro poka si murahannya justeru menyerukan agar masyarakat Dunia mendukung embargo terhadap RII. Dulu kita mengakui bahwa AS itu negara Superpower tetapi seka rang timbul bermacam tanda tanya. Seper ti itukah sepakterjang negara super power? Seharusnya yang namanya negara super power tidak hanya super kekua tannya tetapi juga super tentang ilmu "Masy'arulharamnya". Andaikata mereka tidak memiliki ilmu tersebut, jadilah mereka orang yang menanggapi setiap nase hat dengan dada yang lapang dan kepala yang sejuk. Bukankah sekarang santer disebut sebagai jamannya ilmu pengetahuan dan peradaban? Peradaban yang bagaimanakah dimiliki penguasa AS itu? Peradaban modern kah atau peradaban jaman Baheula, yakni justeru tidak berperadaban.............. Penguasa AS itu justeru merespon nya dengan pandangan negatif terhadap imbauan yang sangat manusiawi itu.

"Orang Kuat" yang melayani orang berilmu dengan kekuatan physik disebut "Reman". Reman adalah manusia yang tidak seimbang an tara kekuatan physiknya dan ilmu kemanusiaannya (baca ilmu yang mampu berpikir bahwa sesungguhnya antara orang Islam dan non Islam bersaudara secara kemanusiaan) ketika berhadapan dengan suggestion dari pihak manapun. Fenomena tersebut sangat brillian diperlihatkan oleh sebahagian penguasa negara di benua Amerika, Afrika dan Asia sendiri. Adalah lebih aneh lagi kita saksikan sikap penguasa-penguasa di negara yang mayoritas penduduknya mengaku beragama Islam. Mereka tetap saja menjadi satelit AS dan bersekutu dengan Israel secara rahasia namun dapat dideteksi oleh Sayed Ali Khameney, DR Ahmadinejad dan Sayed Hassan Nasrullah Libanon. Negara yang saya maksudkan adalah Saudi Arabia, Yordania, Mesir yang memiliki Piramid (baca lambang kezaliman bagi kaum dhuafa) dan negara negara lainnya yang penduduknya hidup melarat sementara penguasa hidup mewah bersama segenap jajaran dan konconya.. Penguasa Saudi Arabia terindikasi sebagai Yaziddin yang berakomulatif dengan Wahabi, aliran yang anti terha dap keturunan Rasulullah saww, ironisnya masih saja menamakan diri Islam. Lebih sayang lagi kepada pengikutnya diseluruh Dunia sebagai korban seja rah........Adapun aliran Sunni masih boleh diajak kompromi dan sebahagian mereka malah berbalik menjadi pengikut Ahlulbayt Rasulullah saww setelah mempelajari sejarah Islam yang othentic..

Abu Sofyan bin Harp masuk Islam setelah penaklukan Mekkah. Dia itu hampir saja dicekek lehernya oleh Hamzah ketika beliau masih saja tidak mengakui Kerasulan Muhammad, seba liknya dia katakan: " Hamzah, anak pamanmu sudah menjadi penguasa Arab sekarang". Mu awiyah bin Abu Sofyan adalah sepupu Usman bin Affan. Ketika Usman berkuasa sepakter jang nya sama seperti Shah Reda Palevi Iran, Saddam di Irak, Suharto sampai Yudhoyono di Hindunesia dan kebanyakan pemim pin lainnya di Asia dan Afrika.......Usman adalah pengua sa yang despotik, berpaham kekeluargaan. Justeru itulah Muawiyah saudara sepupunya me miliki kesempatan untuk meraih kekuasaan secara bathil.............

Berkenaan dengan ilmu Masy'arulharam, Allah mengatakan: "Al Qur-an itu tidak dapat disentuh kecuali orang-orang yang su ci (QS al-Wâ qi‘ah: 79) ". Nabi Suci mengatakan: "Aku adalah gudang Ilmu dan 'Ali adalah pintu gerbangnya. Barang siapa hendak mencari Ilmu, pergilah melalui pintu nya".....................

Ayat 79 surah Waqi'ah itu adalah ayat mutasyabihat bukan ayat muhkamat, sejatinya ayat tersebut harus dipahami secara tersi rat bukan secara tersurat. Penulis sendiri memahami ayat ini yang paling menentukan dalam beragama yang haq melalui Ah lulbayt Rasulullah. Andaikata kita tidak mengikuti Ahlulbayt Rasulullah mustahil kita mampu memahami secara benar........ Ahlulbayt adalah Fatimah Azzahara, Imam Ali as sebagai diri Rasulullah sendiri*, Imam Hassan dan Hussein plus 9 Imam lanjutannya. *“Siapa yang membantahmu tentang kisah ‘Isa sesudah datang ilmu , maka katakanlah : “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-o rang yang dusta.” (Q.S.Ali Imran : 61) atau in English: (Then whoever disputes with you concerning him after the knowledge that has come to you, say: "Come, let us call our sons and your sons, our women and your women, ourselves and yourselves'') for the Mubahalah, (then we pray), supplicate, (and we invoke Allah's curse upon the liars) among the two of us.). read more here: http://www.theholybook.org/content/view/6692 /2/ Pribadi suci sebagai pendamping Qur-an bagaikan Dokter pendamping buku pengobatan. Tanpa dokter buku pengobatan tidak dapat digunakan secara signifikan, kalau tidak kita katakan berbahaya buat pasen. Melalui para Imamlah Ilmu "masy'arul haram" dapat ditimba oleh orang-orang yang mau berfikir.....Dari itu bergegaslah saudaraku agar kita tidak termasuk dalam ayat 8 surah Baqarah dimana perasaan kita saja sebagai orang Islam sementara disisi Allah kita termasuk di luar Islam (baca, ...........wamahum bimukminin).... Mushaf Qur-an banyak dicetak di Jepang sekarang ini. dan di negara non Islam lainnya. Apakah orang jepang yang cofuciu dan kristian tidak menyentuhnya ketika mencetaknya? Lalu kenapa sebahagian "orang alim" menyuruh muridnya agar ngambil wudhuk dulu se belum membaca atau memegang Qur-an? Sebetulnya itu tidaklah salah. Itu lebih afdhal. Persoa lannya kalau hanya mampu menyentuh mushaf dengan berwudhuek terlebih dahulu tetapi tidak mampu memahami dan mengenal pribadi yang ditunjuk kan Allah dan Rasulnya sebagai pendamping Qur-an agar kita memahami persis fungsi Qur-an dikalangan kita yang mengaku beragama Muhammad, adalah keliru 180 derajad dalam beragama.......... Tidak ada seorangpun yang mampu membantah bahwa Imam Ali adalah pintu gerbangnya ilmu "masya'arulharam". Nabi telah mengajarkan Imam Ali seluruh ilmu masy'arul haram yang beliau miliki sebagai amanah Allah. Justeru itulah beliau saww memberitahukan ummatnya agar datang kepada Imam Ali untuk mengambilnya (baca pintu gerbang ilmu Rasulullah saww). Di pintu gernang tersebut tertulis dan jelas "terbaca" bagi orang yang mau berafala ta'qilun dan afala yatazakkarun: "Dilarang masuk bagi orang-orang yang tidak beriman"....................... ................................. ... Hal tersebut berhubungan dengan kata Imam al Baqir: "Siapapun yang tidak mengenal Imam yang diutus, terpuruk pada kesimpulan yang keliru tentang pemahaman agamanya. Dalam hal ini Imam al Baqir as berkata: " Setiap orang yang mendekatkan diri kepada Allah dalam bentuk ibadah yang ditekuninya dengan sungguh-sungguh, tetapi ia tidak mengetahui Imam yang diutus Allah, maka semua amal usahanya itu tidak diterima. Ia adalah orang yang sesat dan kebingungan. Allah menolak semua amalnya, perumpamaan orang seperti itu adalah ibarat seekor domba yang tersesat dan terpisah dari kelompok dan pengembalanya. Keterpisahannya itu merusak hari-hari yang dilaluinya. Ketika malam tiba, ia bergabubg dengan kelompoknya dalam kandang mereka, dan ketika sang pengembala menggiring mereka, domba tersebut membangkang dan memisahkan diri dari kelompoknya, sehingga ia kebingungan mencari pengembala dan kelompoknya. Ketika ia bertemu dengan seorang pengembala dengan sekelompok dombanya, ia diperlakukan dengan baik, dan sigembala berteriak kepadanya, 'Ayo, bergabunglah engkau dengan pengembala dan kelompokmu. Engkau domba sesat yang kebingungan.' Domba itu lalu mencari-cari kelompok dan pengembalanya dengan kebingungan. Ia tidak punya gembala yang menggiringnya ke padang rumput atau mengajaknya pulang. Ia tetap dalam kebingungan seperti itu disaat ada seekor serigala yang menemuinya, lalu menerkamnya. (Ushul al Kafi, bab Ma'rifat al Hujjah hadist no 1dari Kitab al Hujjah)

Selanjutnya mari kita analisa Hadist Bahtera (Hadist Ittrah Nabi suci): "Ahlulbaytku umpama bahtera Nuh, siapa yang naik selamat dan siapa yang tidak naik tenggelam". Kita dapat menarik kesimpulan bahwa siapapun yang mengaku beragama Islam tapi tidak termasuk pengikut Ahlulbayt Rasulullah, mereka itu akan masuk Neraka kelak (nauzu billahi min zalik). Selanjutnya perlu kita nalisa system Thagut macam Hindunesia, Irak di jaman Saddam, Iran di jaman Shah Redha Palevi dan sebagainya, adakah termasuk bahtera yang sama dengan bahtera Ahlulbayt Rasulullah atau bahtera Muawiyah dan Yazid bin Muawiyah. Kalau system yang sama dengan bahtera Ahlulbayt Rasulullah, "penumpangnya" mendapat Rahmat semuanya tanpa kecuali. Sebaliknya yang kita saksikan dalam system Hindunesia, sebahagian penumpangnya hidup mewah sementara mayoritas penumpangnya hidup morat marit. Lalu selanjutnya kita pertanyakan orang-orang "alim" dalam bahtera Hindunesia dan semacamnya, adakah mereka menjadi pembela kaum dhuafa dengan ilmu agama yang segudang mereka miliki? Bukankah mereka itu hanya dimulut saja mengaku tidak ada Tuhan selain Allah sementara dalam sepakterjangnya sehari-hari menuhan kan Penguasa dhalim yang mendhalimi ekonomi kaum dhuafa akibat tidak menghukum para koruptor dengan hukum yang diturunkan Allah (baca QS, al Maidah 44, 45 dan 47)

Kalau A'rafah saint dan tehnology, Masya'rulharam adalah Hikmah dan Wahyu (QS.62;2). Dimensi ilmu yang diturunkan di Masya'r ini adalah "Primer". Artinya lebih utama dari ilmu-ilmu manapun disisi Allah.. Ilmu ini diturunkan melalui para Rasul/Utusan sejak dari nabi Adam as sampai nabi Muhammad saww.

Ilmu tersebut diwariskan oleh Allah dan Rasulnya kepada para Imam, para warasatul anbia (baca Ulama sejati), Penyeru-penyeru kebenaran (Pendakwah Sejati/pendak wah yang berislakh) dan yang terakhir kepada orang-orang Mu`min Sejati. Ilmu tersebut adalah sinar diatas sinar. Itulah sebabnya wuquf di Masya'r dilaksanakan di waktu malam. Ilmu ini tidak membutuhkan penerangan, tidak membutuhkan lampu dalam prosesnya, sebab dia sendiri merupakan lampu untuk menerangi ilmu-ilmu yang lainnya. Siapapun yang memiliki ilmu ini, tak akan sesat dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Terdapat istilah yang relevan dalam agama Yahudi dan Nasrani yaitu 'Sofia', demikian juga dalam agama Hindu dan Budha yang dinamakan 'Nirwana'.

Namun yang harus kita yakini sesungguhnya yang benar-benar Sofia dan Nirwana adalah Hikmahnya Islam. (baca platformnya, Innad dina i'nda Allahil Islam). Hanya Islamlah satu-satunya yang termasuk agama Samawi, sementara yang lainnya adalah agama Ardhi. Yahudi bukan agama nabi Musa dan Nasranipun bukan agama nabi Isa. Yahudi adalan suatu agama yang dinisbahkan kepada seorang tokoh yang kontraversi dengan nabi Musa, yang bernama Yahuda. Sedangkan Nasrani adalah suatu agama yang dinisbahkan kepada seorang tokoh yang kontraversi dengan nabi I'sa,yang bernama Nashara.(QS. 2;140)

Billahi fi sabililhaq
hsndwsp
di Ujung Dunia
Disini mencoba menampilan experimentasi pemikiran sederhana guna memberi kontribusi atas berbagai masalah keislaman dan kepapuaan guna mencapai kemaslahan bersama atas berbagai masalah sosial politik. Penawaran pemikiran lebih pada perspektif islam, yakni; berdasarkan nilai-nilai utama yang terkandung dalam dan dari sumber Al-Qur'an dan Al-Hadis, dengan intrepretasi lebih bebas sesuai konteks sosial budaya Papua.